persalinan

BAB I
KONSEP DASAR ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU BERSALIN
1.   Pengertian persalinan
     Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan plasenta) yang telah cukup bulan atau dapat hidup di luar kandungan melalui jalan lahir atau jalan lain dengan bantuan atau tanpa bantuan (kekuatan sendiri).

2.   Sebab mulainya persalinan
     Hormon yang dominan selama kehamilan adalah hormon estrogen dan progesteron. Dan ada beberapa teori yaitu terdiri dari:

a. Teori penurunan hormon
     Saat 1-2 minggu sebelum proses persalinan dimulai, terjadi penurunan hormon estrogen dan progesteron.
b. Teori plasenta menjadi tua
Semakin tuanya usia kehamilan, maka villi chorialis dalam plasenta mengalami perubahan yaitu menyebabkan turunnya kadar estrogen dan progesteron yang mengakibatkan tegangnya pembuluh darah sehingga timbul kontraksi uterus.

c. Teori distensi rahim
Otot rahim mempunyai kemampuan meregang dalam batas tertentu. Akhirnya terjdi kontraksi sehingga persalinan dapat dimulai.

d. Teori iritasi mekanis
Dibelakang serviks terletak ganglion servikalis, bila ganglion ini digeser dan ditekan, maka timbul kontraksi uterus.
e. Teori oksitosin 
Perubhan keseimbangan estrogen dan progesteron dapat mengubah sensitivitas otot rahim, sehingga terjadi kontraksi braxton hicks.
f.   Teori hipotalamus-pituitari dan grandula suprarenalis
Glandula merupakan pemicu terjadinya persalinan. Teori ini menunjukan, pada kehamilan dengan bayi anensefalus sering terjadi kelambatan persalinan karena tidak terbentuknya hipotalamus.

g. Teori prostagladin
Prostagladin yang dihasilkan oleh desidua disangka sebagai salah satu sebab permulaan persalinan. 

1. PERMULAAN PERSALINAN        
Tanda persalinan sudah dekat :
1.    Lightening
Penyebab dari proses ini adalah:
  •  Kontraksi braxton hicks
  •  Ketegangan dinding perut 
  •  Ketegangan ligamentum rotundum 
  •  Gaya berat janin, kepala kearah bawah uterus.
2. Terjadinya his permulaan
     Adanya perubahan kadar hormon estogen dan progesteron menyebabkan oksitosin semakin meningkat dan dapat menjalankan funsinya dengan efektif untuk menimbulkan kontraksi atau his permulaan atau his palsu dengan ciri sebagai berikut:
·       Rasa nyeri ringan dibagian bawah
·       Datang tidak teratur
·       Tidak ada tanda-tanda kemjuan persalinan
·       Durasi pendek dan tidak bertambah bila beraktivitas

2. TANDA MASUK DALAM PERSALINAN
Terjadinya his persalinan
Karakter dari his persalinan :
·       Pinggang terasa sakit menjalar kedepan
·       His teratur, interval makin pendek, kekuatan makin besar
·       Terjadi perubahan pada servik
·       Jika berjalan, kekuatan his bertambah

3. PENGELUARAN LENDIR DAN DARAH (PENANDA PESALINAN)
Dengan adanya his persalinan, terjadi perubahan pada serviks menimbulkan:
·       Pendataran dan pembukaan
·       Pembukaan menyebabkan selaput lendir terlepas pada kanalis servikalis
·       Terjadi perdarahan karena kapiler pembuluh darah pecah
  
4. PENGELUARAN CAIRAN
Jika ketuban sudah pecah, maka ditargetkan persalinan dapat berlangsung dalam 24 jam. Namun jika tidak tercapai, maka persalinan akhirnya diakhiri dengan tindakan tertentu.ex ekstraksi vakum sectio caesaria.
TAHAPAN PERSALINAN
a. KALA 1 (PEMBUKAAN)
     Dikatakan kala 1 apabila, sudah pembukaan serviks dan kontraksi terjadi teratur minimal 2 kali dalam 10 menit selama 40 detik. Kala 1 merupakan pembukaan dari 1-10 (lengkap). Kala 1 terbagi dua fase yaitu: fase laten (serviks membuka sampai 3 cm dan berlangsung 8 jam) dan aktif ( serviks membuka 3-10 cm dan berlangsung 7 jam, kontraksi lebih kuat dan sering). Lamanya kala 1 pada primigravida 12 jam dan multigravida 8 jam. Berdasarkan kurve friedman, perhitungan pembukaan primigravida 1 cm per jam dan multigravida 2 cm per jam.

b. KALA 11 (PENGELUARAN BAYI)
     Kala II dimulai dari pembukaan lengkap sampai pengeluaran bayi. Proses ini berlangsung 2 jam pada primigravida dan 1 jam pada multigravida. Kala II dilakukan pemeriksaan dalam.
Gejala utama kala  II adalah sebagai berikut:
1.      His semakin kuat dengan interval 2-3 menit, dengan durasi 50-100 detik
2.      Menjelang akhir kala 1, ketuban pecah yang ditandai dengan pengeluaran cairan secara mendadak
3.      Ketuban pecah pada pembukaan mendekati lengkap diikuti keinginan meneran
4.      His dan meneran akan mendorong kepala bayi sehingga kepala membuka pintu
5.      Kepala lahir seluruhnya dan diikuti oleh putaran paksi luar, yaitu penyesuaian kepala pada punggung
6.      Setelah putaran paksi luar. Maka persalinan bayi ditolong dengan jalan berikut:
a.       Pegang kepala pada tulang oksiput dan bagian bawah dagu, kemudian ditarik curam kebawah untuk melahirkan bahu depan dan ke atas untuk melahirkan bahu belakang
b.      Setelah kedua bahu keluar, ketiak dikait untuk melahirkan sisa badan bayi
c.       Bayi lahir diikuti oleh sisa air ketuban
7.      Lamanya kala II untuk primigravida 50 menit dan multigravida 30 menit

c. KALA III (PELEPASAN PLASENTA)
            Kala III adalah waktu pelepasan dan pengeluaran plasenta. Setelah kala III yang berlangsung tidak lebih dari 30 menit, kontraksi uterus berhenti sekitar 5-10 menit.
Lepasnya plasenta sudah dapat diperkirakan dengan memperhatikan tanda-tanda sebagai berikut:
a.       Uterus menjadi berbentuk bundar
b.      Uterus terdorong ke atas
c.       Tali pusat bertambah panjang
d.      Terjadi perdarahan

d. KALA IV (OBSERVASI)
          Kala IV mulai dari lahirnya plasenta selam 1-2 jam. Pada kala IV dilakukan observasi terhadap perdarahan pasca persalinan, paling sering terjadi pada 2 jam pertama. Observasi yang dilakukan adalah sebagai berikut:
1.      Tingkat kesdaran pasien
2.      Pemeriksaan TTV
3.      Kontraksi uterus
4.      Terjadinya perdarahan

TUJUAN ASUHAN PERSALINAN
            Tujuan asuhan persalinan normal adalah untuk menjaga kelangsungan hidup dan meningkatkan derajat kesehatan ibu dan bayi. Dengan pendekatan seperti ini, maka hal-hal yang harus dilakukan adalah :
1.      Pencegahan infeksi ( cuci tangan, sterelisasi,sanitasi)
2.      Memberikan suhan yang diperlukan, memantau kemajuan dan menolong proses kelahiran bayi.
3.      Memberikan asuhan sayang ibu disetiap tahapan persalinan
4.      Merencanakan persiapan dan melakukan rujukan tepat waktu dan optimal
5.      Menghindari tindakan yang tidak perlu atau berbahaya
6.      Melakukan penatalaksanaan aktif pada kala III untuk mencegah perdarahan
7.      Memberiaka asuhan segera pada BBL
8.      Memberikan asuhan dan pemantauan pada awal nifas untuk memastikan kesehatan, keamanan, serta kenyamanan pasien dan bayi.
9.      Mengajarkan pada pasien dan keluarganya untuk mengenali tanda dan gejala bahaya pada masa nifas dan BBL.
10.  Mendokumentasikan semua asuhan yang telah diberikan

MENDIAGNOSA PERSALINAN
1.    Perubahan serviks
Kepastian persalinan dapat ditentukan hanya jika serviks secara progresif menipis dan membuka.
1.    Kontraksi adekuat
Kontraksi dianggap adekuat apabila:
a.     Terjadi teratur, minimal 2 kali dalam 10 menit,setiap kontraksi selama 40 menit.
b.    Uterus mengeras selama kontraksi
     Sangat sulit membedakan antara persalinan sesungguhannya dan semu,  ingat  indikator persalinan sesungguhnya ditandai dengan kemajuan penipisan dan pembukaan serviks. Dari penjelasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa gejala persalinan adalah :
1.    Kekuatan his makin sering terjadi dan teratur
2.    Pengeluaran lendir atau lendir bercampur darah
3.    Dapat disertai ketuban pecah
4.    Pelunakan, pendataran dan pembukaan serviks
5.    Timbul dorongan untuk meneran
6.    Nyeri pinggang bagian bawah
7.    Ketidaknyaman pelvis dan nampak gelisah
8.    Adanya kontraksi berulang yang sifatnya hilang timbul
9.    Secara fisik timbul ketidaknyaman fisik dan diare


  
BAB II
FAKTOR YANG MEMENGARUHI PROSES PERSALINAN
PASSAGE ( JALAN LAHIR )
1. PANGGUL
Tulang Koksigis
1.      Tulang Ilium ( tulang usus )
a.       Merupakan tulang terbesar dari panggul
b.      Bagian atas merupakan penebalan tulang yang disebut krista iliaka
c.       Ujung depan dan belakang yang menonjol adalah spina iliaka anterior superior dan spina iliaka posterior superior
d.      Terdapat tonjolan yang memisahkan antara pelvis mayor dan pelvis minor disebut linea inominata ( linea terminalis )
2.      Tulang Iskium ( tulang duduk )
a.       Terdapat di sebelah bawah tulang usus
b.      Pinggir belakangnya menonjol spina ischiadika
c.       Pinggir bawah tulang duduk sangat tebal ( tuber ischiadicum )
3.      Tulang Pubis ( tulang kemaluan )
a.       Dengan tulang duduk dibatasi oleh foramen obturatorium
b.      Tangkai tulang kemaluan yang berhubungan dengan tulang usus disebut ramus superior tulang pubis
c.       Di depan kedua tulang ini berhubungan melalui artikulasi ( sambungan ) yang disebut simfisis.
Tulang sacrum ( Tulang Kelangkang )
Tulang ini berbentuk segitiga dengan lebar di bagian atas dan mengecil di bagian bawah,tulang kelangkang terletak di antara kedua tulang pangkal paha.
1.      Terdiri dari 5 ruas tulang
2.      Pada sisi kanan dan kiri, di garis tengah terdapat lubang yang dilalui oleh saraf yang disebut foramen sakralia anterior
3.      Tulang kelangkang berhubungan dengan tulang pangkal paha melalui artikulasi sacro-illiaca
4.      Tulang kelangkang yang paling atas mempunyai tonjolan besar ke depan yang disebut promontorium
Tulang koksigis (tulang Tungging )
1.      Berbentuk segitiga dengan ruas 3-5 buah yang menyatu
2.      Terdapat hubungan antara tulang sacrum dan koksigis yang disebut dengan artikulasi sacro-koksigis
Jika dibuat suatu rincian,maka ciri khas dari jalan lahir ini adalah sebagai berikut:
1.      Terdiri dari empat bidang
a.       Pintu atas panggul
b.      Bidang terluas panggull
c.       Bidang tersempit panggul
d.      Pintu bawah panggul
2.      Jaslan lahir merupakan corong yang melengkung ke depan dengan sifat sebagai berikut
a.       Jalan lahir depan panjangnya 4,5 cm
b.      Jalan lahir belakang panjangnya 12,5 cm
c.       Pintu atas panggul menjadi pintu bawah panggul seolah-olah berputar 90 derajat
d.      Pintu bawah panggul bukan merupakan satu bidang tetapi merupakan dua bidang segitiga
Dalam obsetrik dikenal ada empat macam bentuk panggul menurut Caldwell dan moloy,dengan masing-masing berciri sebagai berikut:
1.      Jenis Ginekoid
Panggul jenis ini merupakan bentuk yang paling baik, karena dengan bentuk panggul yang hampir bulat,kurang lebih ditemukan pada 45 % wanita
2.      Jenis Android
Ciri jenis ini adalah bentukpintu atas panggulnya hampir seperti segitiga,panggul jenis ini umumnya dimiliki oleh pria,namun ada juga wanita yang mempunyai panggul jenis ini (15%)
3.      Jenis platipeloid
Panggul jenis ini seperti panggul jenis ginekoid,hanya mengalami penyempitan pada arah muka belakang, jenis ini ditemukan pada 5 % wanita
4.      Jenis Antropoid
Panggul jenis ini mempunyai ciri berupa bentuknya yang lonjong seperti telur,panggul jenis ini ditemukan pada 35% wanita.

2. BIDANG HODGE 

Bidang-bidang Hodge ini dipelajari untuk menentukan sampai dimana bagian terendah janin turun ke panggul pada proses persalinan,bidang Hodge tersebut antara lain
1.      Hodge 1: bidang di bentuk pada lingkaran PAP dengan bagian atas simfisis dan promontorium
2.      Hodge II: bidang yang sejajar Hodge I setinggi bagian bawah simfisis
3.      Hodge III: bidang yang sejajar Hodge III setinggi spina ischiadika
4.       Hodge IV: bidang yang sejajarHodge I setinggi tulang koksigis

Ukuran-Ukuran Panggul Luar
1.      Distansia spinarum
Jarak antara kedua spina iliaka anterior superior sinistra dan dekstra,jaraknya 24-26 cm
2.      Distansia kristarum
Jarak terpanjang antara dua tempat yang simetris pada krista iliaka kanan dan kiri,jaraknya 28-30 cm
3.      Konjugata eksterna
Merupakan jarak antara bagian atas simfisis dan prosesus spinosus lumbal 5,jaraknya 18-20 cm
4.      Distansia intertrokantrika
Merupakan jarak antara kedua trokanter mayor
5.      Distansia tuberum
Jarak antara tuber ischia kanan dan kiri

3. DASAR PANGGUL 

Dasar panggul adalah diafragma muscular yang memisahkan antara kavum pelvik di sebelah atas dengan ruang perineum disebelah bawah,fungsi dasar panggul adalah menyangga organ-organ dalam panggul.

4. POWER ( KEKUATAN IBU )

Sifat His
1.      His adalah kontraksi otot-otot rahim pada persalinan
2.      His yang efektif
a.       Gelombang kontraksi simetris dan terkoordinasi
b.      Didominasi oleh fundus kemudian menjalar ke seluruh otot Rahim
c.       Kekuatannya seperti mekanisme memeras isi Rahim
3.      Frekunsi, yaitu jumlah terjadinya his selama 10 menit
4.      Durasi his yaitu lamanya his yang terjadi setiap saat diukur dengan detik
Tenaga Meneran
Tenaga meneran pasien akan semakin menambah kekuatan kontraksi uterus,pada saat pasien meneran,diafragma dan otot-otot dinding abdomen akan berkontraksi,kombinasi antara his dan tenaga meneran pasien akan meningkatkan tekanan intrauterus sehingga janin akan semakin terdorong keluar.

5. PASSANGER ( ISI KEHAMILAN ) 

1a. JANIN
Pembahasan mengenai janin sebagai passanger sebagian besar adalah mengenai ukuran kepala janin, karena kepala adalah bagian terbesar dari janin dan paling sulit untuk dilahirkan,penolong berkeyakinan jika kepala sudah lahir,maka bagian tubuh yang lain akan dengan mudah menyusul.
  
Tulang-tulang penyusun kepala janin terdiri dari:
  •   Dua buah os.parietal
  •  Satu buah os.oksipitalis
  •  Dua buah os.frontalis

2b. MOULAGE ( MOLASE ) KEPALA JANIN 

Adanya celah antara bagian-bagian tulang kepala janin memungkinkan adanya penyisipan antar bagian tulang sehingga kepala janin dapat mengalami perubahan bentuk dan ukuran,proses ini disebut molase.
Ukuran-ukuran penting kepala janin
  • Diameter suboksipito bregmatika ( 10 cm )
  •  Diameter suboksipito frontalis ( 11 cm )
  • Diameter oksipito mento vertikalis ( 13 cm )
  • Diameter submento bregmatika ( 10 cm )
  • Diameter biparietalis ( 9,5 cm )
  • Diameter bitemporalis ( 8 cm )

3c. PLASENTA DAN TALI PUSAT
Plasenta
Struktur Plasenta
1.      Berbentuk bundar atau hampir bundar
2.      Berat rata-rata 500 gram
3.      Letak plasenta umumnya di depan atau di belakang dinding uterus, agak ke atas kearah fundus

2. Tali Pusat 

Tali pusta merupakan bagian yang sangat penting untuk kelangsungan hidup janin meskipun tidak menutup kemungkinan bahwa tali pusat juga dapat menyebabkan penyulit persalinan, misalnya pada kasus lilitan tali pusat .
Struktur Tali pusat
1.      Terdiri dari dua arteri umbilikalis dan satu vena umbilikalis
2.      Bagian luar tali pusat berasal dari lapisan amnion
3.      Panjang rata-rata 50 cm
Fungsi tali pusat
1.      Nutrisi dan oksigen dari plasenta ke tubuh janin
2.      Pengeluaran sisa metabolisme janin ke tubuh ibu
3.      Zat antibody dari ibu ke janin

4d. AIR KETUBAN
Air ketuban merupakan elemen penting dalam proses persalinan,air ketuban ini dapat dijadikan acuan dalam menentukan diagnose kesejahteraan janin. Beberapa aspek penting yang perlu diketahui adalah sebagai berikut:
Struktur Amnion
1.      Volume pada kehamilan cukup bulan kira-kira 1000-500 cc
2.      Berwarna putih keruh ,berbau amis,dan terasa manis
Warna keruh sampai hijau pada proses persalinan mengindikasikan adanya kondisi janin yang tidak sejahtera,sehingga membutuhkan tindakan khusus untuk bayi yang dilahirkan
Fungsi Amnion
1.      Melindungi janin dari trauma/benturan
2.      Memungkinkan janin bergerak bebas
3.      Menstabilkan suhu agar bayi tetap hangat
4.      Pembersih jalan lahir
Cara Mengenali Amnion
1.      Dengan kertas lakmus
Air ketuban diteteskan ke atas lakmus,jika positif,maka akan ditemukan adanya reaksi warna biru.
2.      Makroskopis
a.       Bau amis
b.      Bercampur meconium
3.      Laboratorium
Kadar ureum rendah dibandingkan dengan air kemih





  
BAB III
KEBUTUHAN DASAR SELAMA PERSALINAN

11. MAKAN DAN MINUM PER ORAL 

Beberapa waktu yang lalu pemberian makanan padat pada pasien yang kemungkinan sewaktu-waktu memerlukan tindakan anastesi tidak disetujui karena makanan yang tertinggal di lambung akan menyebabkan aspirasi pneumoni (tersedak dan masuk kedalam saluran pernafasan), alasan ini cukup logis karena pada proses persalinan motilitas lambung, absorpsi lambung , dan sekresi asam lambung menurun sedangkan cairan tidak terpengaruhi dan akan meninggalkan lambung dengan durasi waktu yang biasa,oleh karena itu pada pasien sangat dianjurkan untuk minum cairan yang manis dan berenergi sehingga kebutuhan kalorinya tetap akan terpenuhi.

22. AKSES INTRAVENA 

Akses intravena adalah tindakan pemasangan infus pada pasien,kebijakan ini diambil dengan pertimbangan sebagai jalur obat,cairan,atau darah untuk mempertahankan keselamatan jika sewaktu waktu terjadi keadaan darurat dan untuk mempertahankan suplai cairan bagi pasiennya.
Keputusan pemasangan infus sangat dipengaruhi oleh pertimbangan para praktisi,sebagian lebih memilih untuk memasang infus sedini mungkin untuk mengantisipasi keadaan darurat dan mempercepat penanganan,atau jika diperlukan jenis terapi intravena. Lain halnya bagi para bidan yang mempunyai pemikiran bahwa pemasangan infus akan mengganggu kenyamanan gerak pasien dan akan menimbulkan rasa nyeri. Bidan memegang prinsip tidak satupun pasien yang menginginkan untuk dipasang infus jika keadaanya belum sangat terpaksa.
Untuk menjebatani hal ini maka diambil suatu kebijakan untuk memasang alat yang disebut dengan “heparin lock”, bentuknya berupa kateter intravena(abocath) dengan bahan elastis, digunakan untuk memberikan injeksi intravena atau mengambil sampel darah tanpa dihubungkan dengan selang infus, keuntungan dari alat ini adalah hanya satu jarum yang ditusukkan kedalam vena sehingga dengan alat ini pasien akan tetap merasa nyaman, karena tidak merasa nyeri serta tidak terganggu ketika bergerak

33. POSISI DAN AMBULANSI 

Posisi yang nyaman selama persalinan sangat diperlukan bagi pasien selain mengurangi ketegangan dan rasa nyeri, posisi tertentu justru akan membantu proses penurunan kepala janin sehingga persalinan dapat berjalan lebih cepat. Setiap posisi yang mengarahkan uterus kedepan membantu gravitasi untuk membawa sisi yang lebih berat pada punggung janin kearah depan, ke sisi bawah abdomen pasien.
Berjalan diawal persalinan sambil menunggu pembukaan lengkap juga sangat membantu untuk putaran paksi kepala janin,sebagian besar pasien akan merasa rileks dan mampu mengatasi persalinan mereka dengan lebih baik. Bebas berjalan duduk di kursi, menggunakan toilet,dan sebagainya tentu lebih kondusifuntuk mencapai persalinan yang nyaman dan progresif,yang berorientasi pada persalinan normal, bukan berorientasi pada keadaan sakit yang hanya berbaring di tempat tidur.

44. ELIMINASI SELAMA PERSALINAN ( BAB ATAU BAK )

A.    Buang Air Kecil ( BAK )
Jika kondisi pasien tidak memungkinkan untuk BAK sendiri di toilet, maka tugas bidan atau keluarga terdekat untuk mefasilitasinya misalnya menggunakan pispot di tempat tidur. Penting untuk menanyakan kepada pasien mengenai siapa yang ia inginkan untuk membantunya BAK di atas tempat tidur. Ini sangat berpengaruh terhadap psikologis paisen, tidak hanya pada saat ia BAK namununtuk perkembangan kenyamanan psikologis di tahap proses persalinan selanjutnya.
Bagi pasien ada yang merasa sangat malu untuk mengatakan keinginannya untuk BAK di tempat tidur karena khawatir akan merepotkan atau membuat risih orang lain meskipun kepada orang terdekatnya sehingga ia lebih memilih untuk menahannya.
B.     Buang Air Besar ( BAB )
Pasien akan merasa sangat tidak nyaman ketika merasakan dorongan untuk BAB. Namun rasa khawatir kadang lebih mendominasi dari pada perasaan tidak nyaman,hal ini terjadi karena pasien tidak tahu mengenai caranya serta khawatir akan respons orang lain terhadap kebutuhannya ini,dalam kondisi ini penting bagi keluarga dan bidan untuk menunjukan respons yang positif dalam hal kesiapan untuk memberikan bantuan dan menyakinkan pasien bahwa ia tidak perlu merasa risihatau sungkan untuk melakukannnya.
Jika upaya ini tidak dilakukan, maka efek yang dirasakan adalah ia akan merasa rendah diri dan tidak percaya kepada orang lain serta akan memengaruhi semangatnya untuk menyelesaikan proses persalinannya.jika pasien dapat berjalan sendiri ke toilet , maka cukup bagi pendamping untuk menemaninya sampai  ia selesai,namun jika kondisi sudah tidak memungkinkan untuk turun dari tempat tidur,maka tanyakan terlebih dahulu mengenai posisi apa yang paling nyaman serta siapa yang kaan dimintai bantuan untuk membersihkannya.

55. ISTIRAHAT

Istirahat sangat penting untuk pasien karena akan membuat rileks. Di awal persalinansebaiknya dianjurkan pasien untuk istirahat yang cukup sebagai persiapan untuk menghadapi proses persalinan yang panjang, terutama pada primipara.

66.  KEHADIRAN PENDAMPING 

Kehadiran seseorang yang penting dan dapat dipercaya sangat dibutuhkan oleh pasien yang akan menjalani proses bersalin. Individu ini tidak selalu suami atau keluarga,jika di awal pertemuan bidan sudah dapat memikat hati pasien, maka hal ini merupakan satu hal yang sangat istimewa bagi pasien dan akhirnya ia akan menjadikan bidan sebagai orang yang paling ia percaya dalam proses persalinannya.

77. BEBAS DARI NYERI

Setiap pasien yang bersalin selalu menginginkan terbebas dari rasa nyeri akibat his, hal yang perlu ditekankan pada pasien adalah bahwa tanpa adanya rasa nyeri maka persalinan tidak akan mengalami kemajuan,karena salah satu tanda persalinan adalah adanya his yang akan menimbulkan rasa sakit. Pemberian obat-obatan untuk mengurangui nyeri atau takut dapat dipertimbangkan sesuai dengan kondisi pasien saat itu.
88. HYPNOBIRTHING 

Hypnobirthing adalah perkembangan keilmuan terbaru dalam dunia kebidanan,berasal dari kata hypnotic dan birthing,hypnobirthing adalah proses persalinan yang menggunakan bantuan kondisi hypnosis.
Penyebab rasa sakit saat persalinan sebenarnya disebabkan oleh individu itu sendiri.proses dan munculnya rasa sakit itu berasal dari hasil programming sejak kecil,sejak pasien kecil,ia sudah sangat yakin bahwa melahirkan adalah pengalaman yang begitu menakutkan dan menyakitkan.
Kondisi ini tidak akan terjadi jika wanita dalam keadaan rileks dan tidak cemas,untuk menghilangkan siklus fear-tension-pain ini, pasien harus mengikuti latihan dalam program hypnobirthing. Pertama hipnoterapis perlu melakukan re-edukasi terhadap calon ibu.Meyakinkan pasien bahwa melahirkan tidak harus dengan rasa sakit.Tubuh wanita didesain untuk bisa melahirkan tanpa rasa sakit dan rasa sakit muncul karena sebab-sebab yang telah dijelaskan di atas.
Hipnoterapis akan membantu pasien untuk masuk kedalam kondisi hypnosis yang sangat dalam, ini adalah sarat mutlak,karena saat masuk kedalam kondisi yang sangat dalam, pikiran bawah sadar sangat mudah menerima berbagai sugesti, termasuk sugesti bahwa fisik pasien menjadi begitu rileks dan nyaman. Setelah berhasil membimbing pasien masuk ke kondisi hypnosis yang dibutuhkan.hipnoterapis memberikan sugesti bahwa tubuh pasien begitu rileks dan nyaman,seluruh otot-otot tubuh menjadi begitu lemassugesti seperti demikian bertujuan untuk membuat jalan lahir menjadi rileks dan mudah meregang untuk memberikan jalan keluar bagi bayi.hal ini terjadi karena pasien dapat berkomunikasi batin denagn bayi untuk bekerja sama dalam proses kelahirannya.

99.  WATERBIRTHING

Waterbirthing adalah cara persalinan di dalam air hangat,pasien yang hendak melahirkan berada di dalam sebuah kolam bersalin khusus berisi air hangat yang kira-kira berdiameter 2 meter. Didalam kolam itulah terjadi proses persalinan yang dibantu oleh paramedic yang berada di sekitar pasien. Paramedic  mendampingi  pasien  selama proses melahirkan dari tepi kolam .bahkan dalam beberapa kasus,sang suami ikut masuk ke dalam kolam dan  mendampingi  istrinya  ketika melahirkan.
Kolam tempat untuk melahirkan harus berada dalam keadaan steril.air yang dialirkan harus hangat dan juga steril,selain untuk menciptakan lingkungan yang sama denganlingkungan di dalam Rahim,air hangat juga dapat membunuh bakteri dan virus. Air yang dialirkan biasanya sebatas payudara pasien, hal ini dimaksudkan agar penolong persalinan dapat tetap mengawasi kontaksi uterus. Suhunya juga disesuaikan dengan suhu tubuh,yaitu sekitar 37 derajat celcius.setelah bayi lahir ,pastikan pasien mengangkat dan menggendong bayi agar tercipta kontak antara ibu dan bayi,kemudian lanjutkan proses Inisiasi Menyusui Dini (IMD).

110. MENERIMA SIKAP DAN PERILAKU YANG BAIK

Pasien yang datang ke rumah sakit atau bidan sangat membutuhkan sikap perilaku yang baik dari orang lain, terlebih lagi bidan yang menolong persalinan. Sungguh sangat menyakitkan ketika ia sendiri merasa terancam dengan kondisi diri dan bayinya,ditambah denganperlakuan yang tidak menyenangkan dari orang yang ada disekitarnya.
Wajah yang ramah dan selalu memberikan respons yang positif terhadap apapun yang diungkapkan oleh pasien akan sangat membantu dalam kualitas komunikasi dengan pasien

111. INFORMASI DAN KEPASTIAN HASIL YANG AMAN BAGI PASIEN DAN BAYINYA

Saat pertama pasien memasuki kamar bersalin untuk menjalani proses persalinan,bidan sebaiknya memenuhi kebutuhan pasien dan keluarga akan informasi yang dapat membantu kelancaran komunikasi selanjutnya .
Beberapa informasi yang dapat disampaikan adalah sebagai berikut:
1.      Hasil pemeriksaan awal dan kapan pemeriksaan selanjutnya akan dilaksanakan
2.      Nama petugas dan bidan yang memberikan pelayanan
3.      Hak dan kewajiban pasien dan keluarga
4.      Apa yang harus pasien lakukan saat sudah memasuki persalinan
5.      Kapan bayi boleh dilihat ayah dan keluarga setelah melahirkan
6.      Siapakan yang boleh mendampingi persalinan
7.      Apa saja yang harus dilakukan pendamping persalinan

112. DUKUNGAN  DAN UPAYA MENYAMANKAN PASIEN

Tidak ada pasien yang mengatakan bahwa proses persalinan tidak sakit dan nyaman, namun sebagai bidan tetap harus mengupayakan untuk mengurangi rasa sakit dan memberikan rasa nyaman agar proses persalinan yang di lalui bukan merupakan pengalaman traumatic bagi pasien, beberapa bentuk dukungan dan upaya untuk menyamankan pasien antara lain:
1.      Pengaturan posisi
2.      Mengambil dan mengeluarkan nafas dalam setelah masing-masing otot kontraksi
3.      Latihan bernafas
4.      Mencegah keletihan dan mengupayakan untuk istirahat
5.      Menjamin privasi pasien
6.      Penjelasan proses dan kemajuan persalinan
7.      Penjelasan prosedur dan batasan yang berlaku
8.      Menjaga kebersihan dan kondisi tetap kering
9.      Perawatan mulut
  • Pengipasan
  • Usapan pada punggung
  • Kompres panas atau dingin pada punggung bawah
  • Usapan pada abdomen
  • Kandung kemih kosong
  • Menghilangkan kram pada tungkai
113.  PENGOBATAN (Oral,IM,IV)
Sebenarnya pertimbangan pemberian obat pada saat persalinan sangat diperhatikan oleh bidan,namun jika pasien memang benar-benar berada dalam kondisi yang sangat membutuhkan pengobatan,maka pemberian obat dapat dilakukan
Tujuan pemberian obat pada ibu bersalin
1.      Meredakan nyeri
2.      Mengurangi rasa takut
3.      Mengurangi kecemasan
4.      Sebagai penenang
5.      Mengendalikan muntah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar