Minggu, 27 April 2014

persalinan dengan presentasi muka


PERSALINAN DENGAN PRESENTASI DAN POSISI MUKA

Definisi
Presentai muka ialah keadaan dimana kepala dalam kedudukan defleksi maksimal, sehingga oksiput tertekan pada punggung dan muka merupakan bagian terendah menghadap kebawah. Presentasi muka dikatakan primer, apabila sudah terjadi sejak masa kehamilan, dan dikatakan sekunder bila baru terjadi pada waktu persalinan.

Diagnosis
Meskipun pemeriksaan abdomen dapat memperkirakan kemungkinan presentasi muka, diagnosa klinisnya harus ditentukan pemeriksaan pervaginam. Melalui pemeriksaan pervaginam, gambaran muka yang dapat dibedakan adalah mulut serta hidung, tulang-tulang pipi dan sebagian tulang orbita. Kita dapat keliru membedakan presentasi bokong dengan presentasi muka. Anus dapat keliru dengan mulut dan tuberositasiskii keliru dengan prominensia zigomatikus (tonjolan tulang pipi). Anus bayi harus berada satu garis lurus dengan tuberositas iskii, anus tidak menghisap dan biasanya keluar mekonium, sedangkan mulut bayi dengan keduatonjolan pipi membentuk sudut-sudut sebuah segitiga dan mulut bayi bisa menghisap. Hasil pemeriksaan radiografi menunjukan kepala bayi dalam posisi  hiperektensi dan tulang-tulang muka yang berada pada atau sedikit di bawah pintu atas panggul merupakan gambaran yang cukup khas.
Kunci didiagnosisnya adalah pemeriksaan yang negatif, yakni tidak adanya puncak kepala yang bulat, rata dan keras. Sebagai ganti puncak kepala dengan tanda-tandanya berupa garis sutura dan ubun-ubun, maka teraba bagian terendah yang lebih lunak dan tidak teratur.

Etiologi
Sebab-sebab presentasi muka sangat banyak dan pada umumnya berasal dari setiap factor yang menyebabkan defleksi atau menghalangi fleksi kepala. Karena itu, posisi ekstensi kepala lebih sering terjadi pada panggul sempit atau pada bayi yang sangat besar. Insiden penyempitan pintu atas panggul yang tinggi di samping bayi yang besar harus diingat ketika mempertimbangkan pengelolaan presentasi kepala.
Pada wanita multipara, perut yang menggangtung merupakan factor predisposisi lain bagi presentasi muka. Keadaan tersebut menyebabkan punggung bayi menggantung ke depan atau ke arah lateral, sering dengan arah yang sama seperti ditunjukkan oleh oksiput, sehingga menambah ekstensi vertebra servikalis dan torakalis.
Pada kasus-kasus yang luar biasa, pembesaran leher yang mencolok atau lilitan tali pusat di leher dapat menyebabkan ekstensi. Janin anenchephalus pada umumnya mempunyai presentasi muka karena kesalahan perkembangan kranium.

Mekanisme Persalinan Pervaginan
Presentasi muka jarang ditemukan di atas pintu  atas panggul. Pada umumnya presentasi dahi dapat berubah menjadi presentasi muka setelah terjadi ekstensi kepala lebih lanjut pada saat kepala turun melewati panggul.
Mekanisme persalinan pada kasus ini terdiri dari beberapa gerakan utama, yaitu : penurunan kepala, putar paksi dalam, fleksi, serta gerakan tambahan seperti ekstensi dan putar paksi luar. Penurunan disebabkan oleh faktor-faktor yang sama seperti presentasi verteks. Ekstensi terjadi akibat hubungan badan bayi dengan defleksi kepala, yang berubah menjadi poros dua lengan dimana lengan yang lebih panjang menjulur dari kondilus oksipitalis ke oksiput. Bila dijumpai ada hambatan, oksiput harus didorong ke arah punggung bayi sementara dagu turun.
Tujuan putar paksi dalam pada presentasi muka adalah membuat dagu berada di bawah symphisis pubis. Persalinan normal tak dapat diselesaikan dengan cara lain kecuali bila kepala bayi kecil. Hanya dengan cara ini, leher cenderung berada di permukaan posterior symphisis pubis. Jika dagu langsung memutar ke arah posterior, leher yang relatif pendek tak dapat terentang pada permukaan anterior sakrum yang panjangnya sekitar 12 cm. Oleh sebab itu, kelahiran kepala jelas tidak mungkin terjadi, kecuali bila bahu telah masuk panggul pada saat yang sama, yaitu suatu kejadian yang baru bisa terjadi kalau bayi sangat kecil atau sudah mengalami maserasi. Putar paksi dalam pada presentasi muka merupakan akibat faktor-faktor yang sama seperti pada presentasi verteks.
Setelah rotasi anterior dan penurunan, bagian dagu dan mulut akan terlihat pada vulva, permukaan bawah dagu menekan symphisis dan kepala dapat dilahirkan dengan fleksi kepala. Hidung, mata, dahi, dan oksiput secara berturut-tururt tampak di atas margo anterior perineum. Setelah kepala lahir, oksiput menggantung ke belakang ke arah anus. Dalam waktu singkat, dagu mengadakan putar paksi luar ke arah sisi di mana bagian dagu mula-mula menghadap, dan kemudian kedua belah bahu dilahirkan seperti pada presentasi verteks.
Sering oedema mengubah bentuk muka sehingga dapat mengacaukan gambaran bayi dan menyebabkan kesalahan diagnosis presentasi bokong. Pada saat yang sama, kepala mengadakan moulage yang ditandai oleh bertambah pajangnya diameter mento oksipitalis kepala.

Prognosisi
Pada umumnya persalinan pada presentasi muka berlangsung tanpa kesulitan. Hal ini dapat dijelaskan karena kepala masuk ke dalam panggul dengan sirkumferensia trakeloparietalis yang hanya sedikit lebih besar daripada sirkumferensia suboksipitobregmatika. Tetapi kesulitan persalinan dapat terjadi karena adanya kesempitan panggul dan janin yang besar yang merupakan penyebab terjadinya presentasi muka tersebut. Di samping itu dibandingkan dengan letak belakang kepala, muka tidak dapat melakukan dilatasi serviks secara sempurna dan bagian terendah harus turun sampai ke dasar panggul sebelum ukuran terbesar kepala melewati pintu atas panggul.
Dalam keadaan dimana dagu berada di belakang, prognosis menjadi kurang baik bila dibandingkan dengan dagu di depan, karena dalam keadaan tersebut janin yang cukup bulan tidak mungkin dapat lahir pervaginam.

Penatalaksanaan
Dalam keadaan tanpa penyempitan panggul dan dengan persalinan spontan yang efektif tanpa adanya gawat janin, persalinan pervaginam biasanya akan berhasil. Bila proses persalinan tersebut dibiarkan, pemantauan terhadap jantung bayi sebaiknya dilakukan dengan menggunakan alat-alat eksternal untuk menghindari kerusakan pada muka dan mata bayi. Seperti disebutkan di atas, presentasi muka pada bayi aterm lebih sering terjadi pada kasus penyempitan pintu atas panggul. Karena itu, sectio caesarea sering terbukti sebagai cara yang terbaik untuk persalinan bayi aterm dengan presentasi muka.
Metode pelaksanaan lainnya untuk presentasi muka, bila ada, jarang merupakan indikasi dalam obstetri modern. Cara yang dianggap sudah usang adalah dengan melakukan upaya untuk mengubah secara manual presentasi muka menjadi presentasi verteks melalui rotasi manual atau dengan forceps dari dagu posterior persisten menjadi posisi mentum anterior dan kemudian versi serta ekstraksi podali internal. Semua cara tersebut dapat menyebabkan trauma yang serius baik bagi bayi maupun ibu.

Tindakan Bidan
Idealnya pada setiap kelainan presentasi dan posisi dari kepala janin, tindakan bidan adalah merujuk. Kecuali keadaan janin kecil, panggul normal, jarak rumah dan tempat rujukan yang jauh, maka bidan dapat menolong pasien dengan melakukan inform concent terlebih dahulu. Bidan praktek mandiri tidak memiliki kewenangan dalam menolong persalinan dengan presentasi muka, maka tindakan bidan disini adalah merujuk pasien. Dirumah sakit bidan bisa melakukan tugasnya dengan kolaborasi bersama tenaga kesehatan lain, tetapi apabila tafsiran berat janin kecil, panggul normal atau luas, kondisi ibu, janin dan kemajuan persalinan normal, maka bidan tetap melakukan pemantauan yang lebih ketat dan biasanya bisa lahir per-vaginam. Bidan harus mempersiapkan alat resusitasi. Tetapi secsio cesaria merupakan pilihan yang terbaik untuk presentasi muka ini.




ASUHAN KEBIDANAN PADA NY. T DENGAN PERSALINAN PRESENTASI MUKA PATOLOGIS

Tanggal            : 18 April 2013
Jam                  : 12.00 WIB
Tempat            : BPM Yova Nopridasari Amd.keb
Pengkaji           : Yova Nopridasari

IDENTITAS
Nama Ibu         : Ny. T                                                 Nama Suami    : Tn. S
Umur               : 21 tahun                                            Umur               : 25 tahun
Agama             : Islam                                      Agama             : Islam
Pendidikan       : SMA                                      Pendidikan       : S1
Pekerjaan         : IRT                                                    Pekerjaan         : PNS
Alamat             : Padang Harapan, Bengkulu                Alamat             : Padang Harapan, Bengkulu

KALA 1
A.     Data Subjektif
Ibu mengatakan:
·         Bernama Ny. T, umur 21 tahun
·         Ibu sudah merasa mules-mules teratur menjalar dari perut bagian bawah ke pinggang sejak jam 07.00 WIB, disertai keluar lendir bercampur darah dari kemaluan ibu
·         G1P0A0
·         Ibu tidak pernah menderita penyakit kronis, penyakit menahun, penyakit menular seksual serta tidak ada riwayat penyakit keturunan seperti hipertensi, DM, Jantung dan asma

B.     Data Objektif
1.      Pemeriksaan Umum
a.       Keadaan umum                                   : Baik
b.      Kesadaran                                : Composmentis
c.       Tanda-tanda vital                     :
·         Tekanan darah             : 120/80 mmHg
·         Pernafasan                   : 20x/menit
·         Nadi                             : 90x/menit
·         Suhu                            : 36.6`C
d.      Tinggi badan                            : 157 cm
e.       BB sebelum hamil                   : 50 kg
f.       BB sekarang                            : 65 kg
2.      Pemeriksaan Fisik
a.       Kepala
·         Warna rambut              : Hitam
·         Kebersihan                  : Bersih
·         Oedema                       : Tidak ada
b.      Muka
·         Warna                          : Tidak pucat
·         Oedema                       : Tidak ada
c.       Mata
·         Konjungtiva                 : Merah muda
·         Sclera                           : Putih
d.      Hidung
·         Kebersihan                  : Bersih
·         Pembengkakan polip   : Tidak ada
e.       Mulut dan gigi
·         Warna bibir                  : Tidak pucat
·         Stomatitis                     : Tidak ada
·         Caries gigi                    : Tidak ada
·         Kebersihan                  : Bersih
f.       Leher
·         Pemb. kelenjar limfe    : Tidak ada
·         Pemb. kelenjar tyroid   : Tidak ada
·         Pemb. Vena jugolaris   : Tidak ada
g.       Payudara
·         Bentuk                         : Simetris
·         Putting susu                 : Menonjol
·         Areola                          : Bersih
·         Kolostrum                    : Sudah keluar
·         Nyeri tekan                  : Tidak ada
h.      Abdomen
1.      Inspeksi
·         Bekas operasi              : Tidak ada
·         Pembesaran uterus       : Sesuai dengan usia kehamilan
·         Striae                           : Ada
·         Linea nigra                   : Ada
2.      Palpasi                               : TFU 30 cm
Leopold I                           : Difundus teraba bagian yang lunak, bundar dan tidak melenting
Leopold II                          : Teraba bagian besar, keras memanjang seperti papan disebelah kanan perut ibu (punggung) dan disebelah kiri perut ibu teraba bagian-bagian kecil janin (ekstremitas)
Leopold III                                    : Bagian terbawah teraba bagian yang lunak dan tidak teratur
Leopold IV                                    :  Penurunan kepala 3/5
His                                     :  4 x 10 menit lamanya 40 detik
TBJ                                    :  (30-11) x 155 = 2945 gram
3.      Auskultasi                          :  DJJ 132 x/menit
Punctum Maximum                       :  Dua jari dibawah pusat sebelah kanan
i.        Genetalia
·         Kelainan                      :  Tidak ada
·         Oedema                       :  Tidak ada
·         Varices                                    :  Tidak ada
·         Pengeluaran                 :  Lendir bercampur darah
Pemeriksaan dalam
ü  Vulva/vagina   :  Tidak ada kelainan
ü  Portio               :  Tipis, lunak
ü  Pembukaan      :  8 cm
ü  Ketuban           :  Positif (utuh)
ü  Presentasi         :  Muka, teraba mulut, hidung, tulang-tulang pipi dan sebagian tulang orbita
ü  Penurunan kep :  Hodge III
ü  Moulage           :  Tidak Ada
j.        Anus
·         Haemoroid                   :  Tidak ada
k.      Ekstremitas atas dan bawah
·         Bentuk                         :  Simetris
·         Oedema                       :  Tidak ada
·         Varices                                    :  Tidak ada
·         Reflek patella              :  +/+


C.     Analisa
Ny. T umur 21 tahun GIPOAO parturient aterm kala I fase aktif, janin tunggal hidup, intra uterine, dengan presentasi muka patologis

D.     Penatalaksanaan
·         Memberitahukan hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarga bahwa ibu sudah dalam proses persalinan dengan presentasi dan posisi muka
Ev: Ibu dan keluarga mengerti
·         Memberi dukungan moril pada ibu
Ev: Ibu merasa tenang
·         Menjelaskan pada ibu tentang persalinan dengan presentasi dan posisi muka
Ev: Ibu mengerti dengan penjelasan yang diberikan
·         Menjelaskan pada ibu tentang resiko bila persalinan dengan presentasi muka di lakukan secara pervaginam
Ev: Ibu mengerti dengan penjelasan yang diberikan
·         Mengidentifikasi apakah kondisi ibu dan janin memungkinkan untuk dilakukan persalinan secara pervaginam
Ev: Tafsiran berat janin kecil, ukuran panggul ibu normal atau luas, kondisi ibu, janin dan kemajuan persalinan normal
·         Melakukan inform concent dan meminta persetujuan dari ibu dan keluarga sebelum mendampingi ibu persalinan
Ev: Ibu dan keluarga memberikan persetujuan
·         Menjelaskan pada ibu tentang proses persalinan
Ev: Ibu mengerti dengan penjelasan yang diberikan
·         Menganjurkan ibu untuk memilih siapa yang akan mendampingi pada saat persalinan
Ev: Ibu memilih di dampingi oleh suami
·         Menawarkan pada ibu posisi yang nyaman untuk ibu pada saat persalinan dan memberi tahu taknik nafas yang baik saat ada his
Ev: Ibu memilih posisi miring dan menarik nafas dengan baik saat ada his
·         Menawarkan ibu untuk makan dan minum bila tidak ada his
Ev: ibu minum teh manis 100cc

·         Mengajarkan ibu cara mengedan yang baik yaitu kedua lengan diletakkan pada lipatan paha dan kepala ibu di angkat sambil melihat perut, menarik nafas lewat hidung sambil ditahan kemudian dikeluarkan lewat mulut
Ev: Ibu mampu mempraktekkan cara mengedan yang baik
·         Menyiapkan dan mendekatkan peralatan persalinan serta alat resusitasi
Ev: Peralatan partus telah tersedia dalam keadaan steril
·         Mengobservasi keadaan ibu dan janin, kemajuan persalinan serta melakukan pemantauan yang lebih ketat dalam partograf
Ev: Partograf terlampir

KALA 2
A.     Data Subjektif
Ibu mengatakan mulesnya semakin sering dan kuat serta ingin mengedan

B.     Data Objektif
1.      Pemeriksaan Umum
a.       Keadaan umum                                   : Baik
b.      Kesadaran                                : Composmentis
2.      Pemeriksaan Fisik
a.       Abdomen                                 : His 4 x 10 menit lamanya 50 detik, DJJ 143x/menit, kandung kemih kosong
b.      Genetalia
Pemeriksaan dalam                  :
ü  Portio               : Tidak teraba
ü  Pembukaan      : Lengkap
ü  Ketuban           :  Negatif, warna jernih
ü  Presentasi         :  Muka, teraba mulut, hidung, tulang-tulang pipi dan sebagian tulang orbita
ü  Penurunan kep :  Hodge IV
ü  Moulage           :  Tidak ada

C.     Analisa
Ny. T umur 21 tahun GIPOAO parturient aterm kala II, janin tunggal hidup, intra uterine, dengan presentasi muka patologis

D.     Penatalaksanaan
·         Memberitahukan ibu dan keluarga hasil pemeriksaan bahwa ibu akan segera melahirkan
Ev: Ibu dan keluarga mengerti
·         Memberi asuhan sayang ibu
Ev: Semua asuhan telah diberikan
·         Memastikan adanya tanda dan gejala kala II seperti dorongan ingin meneran, tekanan pada anus, perineum menonjol dan vulva membuka
Ev: Tanda-tanda sudah ada
·         Membantu ibu mengambil posisi yang nyaman saat mengedan
Ev: Ibu mengambil posisi setengah duduk
·         Membimbing ibu untuk meneran pada saat ada his
Ev: Ibu meneran sesuai anjuran
·         Meletakkan handuk bersih di perut ibu dan kain bersih di bawah bokong
Ev: Handuk dan kain terpasang di perut dan bokong ibu
·         Memimpin persalinan sesuai dengan mekanisme persalinan secara pervaginam pada presentasi muka
Ev: Mekanisme persalinan pada presentasi muka terdiri dari beberapa gerakan utama, yaitu : penurunan kepala, putar paksi dalam, fleksi, serta gerakan tambahan seperti ekstensi dan putar paksi luar, tindakan sudah dilakukaN
·         Menolong kelahiran bayi dengan benar dan tepat
Ev: Pukul 14.05 WIB bayi lahir spontan, segera menangis, gerakan aktif, jenis kelamin perempuan
·         Memastikan bahwa keadaan dan kondisi bayi juga ibu dalam keadaan normal
Ev: Keadaan bayi dan ibu normal
·         Memfasilitasi Inisiasi Menyusu Dini
Ev: Bayi diletakkan tengkurap di atas perut ibu dan dalam 60 menit bayi belum menyusu
·         Mendokumentasikan hasil asuhan yang telah diberikan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar